nyem ._.

aaaaa!!!
maaf ya kalau gue nggak ngepost apa apa lagi semenjak Desember 2010 dan sekarang sudah FEBRUARI 2011!. HAPPY NEW YEAR GUYS! telat to the max
baiklah!, nilaiku di semester 3 kemarin naik loh, naiknya banyak. sebanyak pasir di pantai -hah??
ya intinya nilaiku baik baik saja, karna gue tau saat nanti pulang ke Jakarta, temen gue, Austin pasti tanya tanya deh. huh dasar kepo kelewat perhatian :|

ya Desember kemarin, diriku dan teman-temanku pergi ke Dufan bersama sama. Diantaranya ada Austin, Calvin, Fachri, Kenneth, Vincent dan diriku! (emma). Pada hari yang berbahagia itu, Fachri memberi ide kalau sebaiknya samapai di Dufan jam 10.00, katanya sih udah buka. TAPI APA! belom buka -____- dan diriku yang berangkat sendiri ke sana, karna malas ke cc dulu, tiba paling awal! PALING AWAL! PALING AAAAWAAAAAAAAAL!! sendiri pula :’( jahat sekali pria pria itu membuat aku menunggu 30 menit SENDIRIAN. aku kan takut diculik -____-”
akhirnya mereka tiba dan kami langung berbondong bondong masuk ke Dufan bersama para pemburu hantu ??. permainan pertama kami langsung berlari ke kora-kora. Diriku, Fachri, Vincent dan Kenneth duduk paling belakang dan kami sangat alay karna berdiri berdiri sambil teriak teriak. Fachri pun sibuk berpose, kayaknya ini anak terkontaminasi banget ya sama ANTM. Malangnya saat turun dari perahu nabi nuh versi dufan tersebut, Calvin mengalami gejala gejala ingin muntah ._.
Permainan selanjutnya, ah! aku lupa!

maafkan diriku~

saat makan siang, kami makan di restoran baso baso gitulah, aku pun lupa nama resto ini apa PLAK! dan Austin memesan makanan sejenis hokben di seberangnya. Saat Austin lagi pesan, dia mengalami kegusaran karena makanan yang dia mau direbut sama bapak bapak yang kecentilan ke dufan siang siang (kalo malem malem namanya cleaning service). Makan- Fachri sholat- pengakuan Calvin. oke aku akan ceritakan pengakuan calvin. kita lagi ngomongin seseorang yang benama Kenneth yang MT, kenapa MT? soalnya dia minta minum sama Austin tapi nggak tau diri gitu, dari 1 botol besar, dia ngambil 1/2nya(kalo nggak salah inget kalau nggak salah berarti bener ya). Kami sedang sibuk mengatai Kenneth yang menjadi MT of the day dan tiba tiba Calvin ngomong

Calvin : “eh, gue tau penggunaan MT tuh buat apa, tapi sebenarnya MT tuh kepanjangannya apa sih?
Seseorang : “hah? lo gak tau MT kepanjangannya apa? MT tuh Makan Temen
Calvin : “ooh makan temen, dikirain Makan tai..

Akhirnya kami menertawai Calvin habis habisan sambil membayangkan selama ini dia mengatai orang yang MT tuh makan tai, yaampun Calvin -____-

Pada hari yang super lebay itu, hanya diriku, Fachri, Vincent dan kennethlah yang baling heboh memainnkan permainan permainan di dufan. Kami bersorak kegirangan dan bukan ketakutan. Lain halnya dengan Calvin dan Austin yang sangat rapuh pada hari itu. Mereka banyak tidak ikut menikmati wahana wahana yang asik dan menegangkan seperti, Histeria. Saat main Histeria, kami 4 sekawan sangat menikmati dan gelisah saat mengantri. Gelisah bukan berarti takut, tapi GAK SABAAAR!. Saat mengantri, ada segerombolan cowo-cowo sama teman temannya yang sok asik ngeliatin Fachri dan Vincent dengan cara yang nggak enak. Gue memperhatikan mata mereka dan melihat pergerakan bibir mereka yang ngomongin dan ngetawain Vincent dan Fachri saat itu, tanpa mereka sadari loh. Akhirnya kesabarannku habis dan aku bertindak melawan tanpa deketahui Fachri, Vincent dan Kenneth. Saat mendekati akhir dari antrian, saat mereka masih menertawakan Fachri dan Vincent, aku mengarahkan badanku ke arah mereka dan ngeliatin mereka dengan tatapan tidak santai dan nyolot. akhirnya 1 dari mereka menyadari hal itu dan bilang ke yang lain kalau aku ngelatin mereka dengan “jijik”. akhirnya terjadilah peperangan saling menatap mata antara diriku seorang vs mereka yang 1 kawanan. Hasilnya? Tentu saja diriku yang menang, aku menatap sambil berpikir di kepalaku “duh gembel, diem deh”, “duh mas, bahkan lo kalah pinter sama ni bocah. otak lo cuma setetes, itupun kebanyakan kayaknya”. Mereka akhirnya menundukkan kepala dan sebagian lainnya menghadap arah lainnya.
Lihat, aku benar benar menjaga temanku tanpa mereka ketahui. ;)

Menutup kebersamaan di hari itu, kami naik Arung Jeram. eh enggak deh, mereka pada naik wahana lain dan diriku dan Calvin yang sudah terlalu letih memutuskan tidak ikutan lagi. Saat keluar dufan, kami ke Starbucks lagi, foto foto dan sebagainya. Diriku dijadikan korban foto sama Fachri, KAMU JAHAT! huh :/

nah aku sertakan foto foto kebersamaan kami ya, DANKE!




27 November 2010

From Sarinah to My Uncle’s House(Pulomas)
Half day for my friend and the rest with my fam :)

Someone In My Mind

yayaya
langkah saya terhenti lagi
pandangan saya menoleh lagi
Pikiran saya tertuju lagi
saya pikir,dia hanya sebuah masa kecil yang menarik
dia hanya hiasan kisah lama
tapi ternyata tidak
sperti yang saya inginkan dia ada
Sperti yang saya harapkan dia dapat
langkah ku terhenti lagi
skali lagi terhambat kepolosan seseorang
mungkin saya berlebihan
tapi itulah rasa
kapan memori masa lalu itu menoleh kemari??

puisi diatas gue temukan di friendster gue, dan dibuat tahun 2008 :)
sebenarnya gue kangen buat puisi lagi, tapi sedang tidak ada ide mau tulis apa
mau ngepost yang udah ada sih, tapi saat ini gue rasa itu cuma boleh diperlihatkan sama temen temen gue dalam berpuisi
contohnya Ivan atau JV
ya jujur sih, gue suka malu nunjukin puisi yang gue buat, karena gue masih merasa itu jelek walaupun pada bilang kalau puisi buatan gue bagus. Untuk baca puisi sendiri aja gue malu dan nggak terlalu bisa menjiwai. Dulu guru Bahasa Indonesia gue sering bilang kalau puisi buatan gue bagus, tapi kalau disuruh membacakannya pasti malu-malu. Ya jujur, gue tau harus berekspresi seperti apa ketika baca itu puisi, namun gue pemalu jadi pastinya gue malu abis kalau harus bacain dengan sangat menjiwai
Saat ini mendadak kangen salah satu kegiatan yang dulu gue ikuti di SMA, English Club. sayang dulu nggak berlangsung lama, soalnya pengajar asingnya harus kembali ke negaranya. Bicara dalam Bahasa inggris akan menarik bagi gue ketika lawan bicaranya BUKAN ORANG INDONESIA, bukannya apa-apa sih, tapi ya sesama orang Indonesia ya kita bicara Bahasa Indonesia ajalah, cintai Bahasa kita sendiri, jangan keseringan pakai Bahasa asing dalam lingkup pergaulan orang Indonesia. English Club di sekolah gue tidak seperti English Club di sekolah lain, dimana di sekolah gue, anggota clubnya dipilih sama guru guru Bahasa Inggris di sekolah. Ya berarti gue cukup bagus lah bisa masuk ke club ini. Kegiatannya sih biasanya diskusi kelompok atau membahas suatu hal di luar sana rame-rame. Keluarin pendapat gitu deh, yang penting kita tetep bicara dalam Bahasa Inggris. Jujur, gue seneng bisa masuk club ini karena anggotanya terbatas dan dipilih. Setelah gabung ke club ini, gue sempet ikut lomba Britbash di UI, gue ikut smart quiz. Namun saat itu gue kalah, ya belom nasib jadi pemenang. Setidaknya punya pengalaman yang seru lah dari acara itu, gue juga jadi kenal sama anak anak yang beberapa dari mereka juga bagian dari English Club sekolahnya.

Menghargai Pilihan Anak

~ Sumber: Ditulis oleh Lesminingtyas ~

Sebagai bahan perenungan bagi para ORANG TUA… Tahun yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan
kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan
anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang
bermasalah.

Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru
menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung
dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun.

Prestasinya kian lama kian merosot. Dengan lemah lembut saya tanyakan
kepada Dika, “Apa yang kamu inginkan ?”

Dika hanya menggeleng. “Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?” tanya saya.
“Biasa-biasa saja” jawab Dika singkat. Beberapa kali saya berdiskusi dengan
wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah
sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta
bantuan seorang psikolog.

Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk
menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi
soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, psikolog yang tampil
bersahaja namun penuh keramahan itu segera member ita hukan hasil testnya.
Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (Sangat Cerdas) dimana
skor untuk aspek-aspek kemapuan pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu
pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 – 160.
Adasatu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari
115 (Rata-Rata Cerdas). Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan
yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih
lanjut. Oleh sebab Itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk
mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi.

Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian. Suatu sore, saya
menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test
kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya
psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu
atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika. Setidaknya saya bisa
membaca jeritan hati kecil Dika.

Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya
berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.

Ketika psikolog itu menuliskan pertanyaan “Aku ingin ibuku : ……….”,
Dikapun menjawab: “membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja”
Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya
kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas. Waktu itu saya
berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya
merasa perlu menjawalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain
puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cer ita
, kapan waktunya main game di computer dan sebagainya. Waktu itu saya
berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati
permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang
tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan
mengikuti berbagai kursus di luar sekolah. Saya selalu pusing memikirkan
jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika
hanya sederhana: diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa
kanak-kanaknya.

Ketika Psikolog menyodorkan kertas bertuliskan “Aku ingin ayahku
………… ..”, Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun
kira-kira artinya “Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia
menuntutku melakukan sesuatu”.
Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau
diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia
hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa
yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi
kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus
dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang
habis dibacanya dan tidur tepat waktu. Sederhana memang, tetapi hal-hal
seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.

Ketika psikolog mengajukan pertanyaan “Aku ingin ibuku tidak ………… .
..”, maka Dika menjawab “Menganggapku seperti dirinya”. Dalam banyak hal
saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras,disiplin,
hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya in ginkan itu merupakan sikap
yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika
persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya seringkali
ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri k ita atau bahkan beranggapan
bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.

Ketika psikolog memberikan pertanyaan “Aku ingin ayahku tidak …………
.”, Dika pun menjawab “Tidak mempersalahkan aku di depan orang lain. Tidak
mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa”.
Tanpa disadari, orang tua sering menuntut anak untuk selalu bersikap dan
bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk
berbuat kesalahan. Bila orang tua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah
dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk
berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan
jujur.

Kesulitan baru akan muncul karena orang tua tidak tahu kesalahan apa yang
telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan
untuk mencegah atau menghentikannya. Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya
anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa
belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang
salah adakalanya bisa menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktu
mendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.

Ketika psikolog itu menuliskan “Aku ingin ibuku berbicara tentang
………… .. …”, Dika pun menjawab “Berbicara tentang hal-hal yang
penting saja”. Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan
kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas
hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan P R
yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting,
bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya. Dengan jawaban Dika yang
polos dan jujur itu saya dingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting
dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak
kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.

Atas pertanyaan “Aku ingin ayahku berbicara tentang ………… ……….
…”, Dika pun menuliskan “Aku ingin ayahku berbicara tentang
kesalahan-kesalahan nya. Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling
hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui
kesalahannya dan meminta maaf kepadaku”. Memang dalam banyak hal, orang tua
berbuat benar tetapi sebagai manusia, orang tua tak luput dari kesalahan.
Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orang tuanya sportif, mau
mengakui kesalahnya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti
apa yang diajarkan orang tua kepadanya.

Ketika psikolog menyodorkan tulisan “Aku ingin ibuku setiap hari…….. “,
Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar “Aku
ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk
adikku”. Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi
saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium. Ternyata
saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan
supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari
bahwa perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali
oleh anak-anak diterjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih
kasih.

Secarik kertas yang berisi pertanyaan “Aku ingin ayahku setiap hari……..
……..”, Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan
satu kata “tersenyum” Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah
merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal
kenyataannya senyuman tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan
wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak
dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap
hari.

Ketika psikolog memberikan kertas yang bertuliskan “Aku ingin ibuku
memanggilku. …”, Dika pun menuliskan “Aku ingin ibuku memanggilku dengan
nama yang bagus”. Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah
memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi
Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggi lnya dengan
sebutan Nang atau Le. Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata “Lanang”
yang berarti laki-laki. Sedangkan Le dari kata “Tole”. Waktu itu saya
merasa bahwa panggilan tersebut wajar-wajar saja, karena hal itu merupakan
sesuatu yang lumrah di kalangan masyarakat Jawa.

Ketika psikolog menyodorkan tulisan yang berbunyi “Aku ingin ayahku
memanggilku ….”, Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu “Nama Asli”.
Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan “Paijo” karena
sehari-hari Dika berbicara dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Sunda dengan
logat Jawa medok. “Persis Paijo, tukang s ayur keliling” kata suami saya.

Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malu
karena selama ini saya bekerja disebuah lembaga yang membela dan
memperjuangkan hak-hak anak. Kepada banyak orang saya kampanyekan
pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak
Sedunia.

Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan “To Respect Child
Rights is an Obligation, not a Choice” sebuah seruan yang mengingatkan
bahwa “Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan Tanpa saya
sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan
panggilan yang tidak hormat dan bermartabat. Dalam diamnya anak, dalam
senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua
kadang-kadang bangga dan juga kadang-kadang jengkel, ternyata ada banyak
“Pesan Yang Tak Terucapkan”.

Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan
untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para ayah (orang tua) tidak boleh
membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya.

Artikel ini dikirim ke email saya oleh senior saya. Harap yang ingin meng-copy paste artikel ini turut menyertakan sunbernya. Semoga menjadi perenungan bagi calon Orang Tua dalam mengasuh anaknya.

Mayday Mayday!!

Setelah  gue pikir pikir, mungkin salah satu faktor yang membuat gue mengalami insomnia pada satu minggu ini adalah pikiran gue yang selalu takut pada suatu hal yang terjadi tanggal 11 November 2010. Ya suatu hal itu nggak perlu gue ceritain lah intinya seperti apa, mungkin kalau kalian anak UNPAR tau desas desus kostan C.129. Sebenarnya udah 1 tahun lebih gue tinggal di tempat ini, tapi kan gue tetep manusia yang masih punya rasa takut jadi wajarlah kalau gue takut. Okay berhenti ngebahas hal tersebut, mending bahas yang lain. Gue nggak mau blog gue tercinta berubah menjadi blog dengan kisah horor ahahhahahah

 

Gue mau sharing sedikit masalah pemikiran gue. Setelah ngejomblo 1 tahun, hari ini gue ngerasa sendiri banget, banget banget baaangeeet!. Lalu apa yang terjadi selama 1 tahun sebelumnya? kok bisa gue baru merasa sendiri banget sekarang?, ya setelah putus itu gue masih dikelilingi sama temen temen gue. Gue merasa bersyukur banget mereka selalu ada saat gue nangis dan butuh di support (makasih ya Dian, DW,  Austin dan JV). Mereka selalu bisa dengerin gue dan kadang-kadang bisa paham mau gue apa. Mungkin dari gue nangis dan jatuh di depan kamar Dian, hari itu gue bener-bener stress banget dan nggak bisa mengontrol emosi gue sampe nggak sadar kenapa gue bisa begitu. Makasih banget ya Dian yang selalu menyediakan waktu disela-sela kesibukannya yang memang padet. Makasih banget loh, lo selalu bisa menampar gue saat gue memang butuh ditampar, lo selalu membuat gue berpikir supaya nggak nyangkut di masalah gue dan tetep maju. Selalu kasih gue dorongan supaya gue bisa berbuat lebih buat diri gue, membuat prestasi seperti yang lo buat. Itu semua membuat gue bener-bener maju dan bersemangat dari hal hal yang nggak baik yang udah terjadi sama diri gue. Lo selalu bisa jadi temen yang baik buat gue saat gue bener-bener merasa sendiri dan butuh dipapah. Walaupun terkadang kita bacot-bacotan tentang hal yang nggak penting

Gue juga berterima kasih sama DW yang selalu bisa bikin gue tertawa sama lawakannya. Waktu dia nelpon gue atau gue nelpon dia, terkadang gue ngerasa sedikit melupakan hal-hal yang nggak penting buat gue pikirin. Lo selalu ngajak gue nyanyi lagu-lagu jadul macam Tenda Biru sampai Unbreak My Heart, hal sederhana semacam ini membuat gue keluar dari keseharian gue yang bener-bener membuat gue pusing. Atau saat kita gosipin orang lain, menertawakan kehebohan Austin, Suci, atau saat lo ngeledekin gue sama Edwin. Memang sih gue akui obrolan kita di telpon sama sekali nggak penting (kecuali saat merencanakan surprise JV), tapi dibalik itu semua gue merasa gue punya temen buat diajak ketawa-ketawa nggak jelas, gue punya temen yang selalu mendengarkan keluh kesah gue, walaupun itu cuma di telpon. Mungkin yang DW nggak sadari ketika gue sms dia yang isinya cuma “deweeeeeeeeeeeeeee” adalah gue butuh tertawa sama dia. Ada saatnya gue merasa nggak siap buat cerita masalah gue ke dia ataupun ke orang lain. Gue selelu merasa ada baiknya gue lalui itu sendiri dan gue cuma butuh lupain itu sejenak dan bicara sama DW. Karna saat bicara sama DW, omongan kita jarang sekali mengenai omongan yang bobotnya berat dan malah bikin gue semakin pusing.

Lain lagi sama Austin, dia selalu bertanya ini dan itu sama gue. Terkadang gue sendiri nggak bisa menjawab pertanyaannya lalu merasa kecewa sama diri sendiri. Ya tapi karna hal itu gue juga berterima kasih sama Austin, dengan begitu secara tidak disadari dia membuat gue lebih terpacu untuk tahu banyak hal, dari yang nggak penting sampe yang memang penting. Austin juga salah seorang yang bisa menjadi pendengar yang baik, dia bisa kasih solusi yang kena banget. Ya memang sih terkadang solusi yang dia kasih itu nggak masuk akal atau susah dijangkau sama gue, tapi dengan begitu dia lagi-lagi membuat gue terpacu buat melakukan solusi itu sebaik baiknya. Dan saat gue jatuh sekalipun, Austin mau dorong gue dari belakang dan mendukung apapun keputusan yang gue ambil. Gue inget banget saat gue curhat malem-malem di kampus sama dia atau saat gue nelpon dia dalam keadaan menangis, dia bisa buat gue tenang dan berpikir dengan kepala dingin dan jernih.

JV, dia adalah cowo yang paling deket sama gue sekarang, mungkin awalnya karna kita sering jalan bareng dan ngomongin banyak hal yang ternyata mambuat kita nyambung. Terima kasih ya JV yang bisa baca jalan pikiran gue yang ribet ini, gue nggak perlu ngomong pun lo bisa tahu mau gue apa. Terkadang saat kita pergi bareng pun lo bisa tahu kapan gue merasa nggak nyaman dan selalu merubah situasi itu menjadi nyaman dan terkendali. Saat kita ngobrol di telpon dan saling membagi masalah masing-masing, saat gue nangis karna seseorang sampe pingsang dan lo berniat nyamperin gue ke rumah malem malem, itu bikin gue terharu loh, terharu banget. Lo bisa menjadi orang yang begitu baik di depan mata gue, lo juga bisa juga menjadi orang yang begitu jahat sama gue. Lo juga membuka mata gue terhadap hal-hal baru yang selama ini gue nggak pernah sentuh. Terkadang kita jalan dan menghabiskan banyak uang, tapi kita tetep stay cool dengan tampang anak pejabat. Lo selalu berusaha menjawab keingintahuan gue, mulai dari pertanyaan yang nggak penting banget sampe hal yang memang penting. Makasih juga ya yang selalu mau nyanyi saat gue minta, atau mendongeng nggak jelas tengah malam. Gue suka deh waktu kita bales-balesan puisi, dan gue suka sama gaya berpuisi lo yang sedikit mirip sama gue. Gue ngerasa aman kalau gue lagi di deket lo, lo bisa jaga gue dari orang yang jahatin gue (ya lo tahu lah siapa) atau lo berani marahin gue kalau gue salah.

 

Mereka berempat adalah orang yang terdekat sama gue selama gue tinggal di Bandung. gue sangat berterima kasih sama mereka yang selalu ada di samping gue saat gue butuh. I LOVE YOU :) . Walaupun hari ini gue mendadak merasa sendiri, saat gue menulis tentang mereka gue kembali merasa kalau disekitar gue masih banyak orang yang perduli sama gue dan sayang sama gue. Semoga gue nggak terpisahkan sama mereka semua selama lamanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D

MSN and Me

hohoooooi, malasnya aku untuk mengetik banyak hal di blog ini. karena dari hari Sabtu sampai hari ini (Rabu) aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri yang tidak jelas memikirkan apa. Entah kenapa belakangan ini gue semakin menyadari kalau gue sering memikirkan hal hal yang tanpa sadar gue pikirkan(maksudnya nggak ada niat mikirin itu, tapi tetep aja kepikiran), dan tidak jarang kalau gue resah sama hal itu. Hal ini semakin membuat gue merasa sendiri dan bingung, entah mengapa gue juga merasa takut dan semakin susah tidur. Padahal biasanya jam setengah 11 malam gue udah beranjak ke tempat tidur gue, lalu tidur dengan pulas. Tapi belakangan ini, gue selalu tidur diatas jam 3 subuh. Ada apa dengan gue?. Mungkin sebagian orang bilang kalau kita punya masalah kita sebaiknya share sama orang yang kita percayai (gue pun sering nasehatin orang begitu), tapi entah mengapa semua hal yang gue pikirkan nggak bisa gue ucapkan “it was on the tip of my tongue!”. Mungkin dari sebagian temen-temen gue bisa melihat kalau gue menjauh dari pergaulan berapa hari ini dan itu terjadi tanpa gue sadari, entah kenapa gue juga nggak tahu. Jadi maaf ya temen temen :(

Okey, gue nggak akan menceritakan apa yang terjadi dari hari Sabtu sampai Selasa, karena jujur gue udah nggak terlalu inget lagi gambarannya. Selain itu banyak juga hal yang kurang menarik untuk dibagi di blog gue. Ya gue tetep dong menjaga keunikan blog ini, gue nggak mau ketika kalian baca blog ini malah merasa bosen dan merasa semua tulisan gue nggak penting. ASEEK

Hari selasa kemarin, jam 7 pagi kamar gue diketok, gue kira ibu ibu yang anterin makanan gue udah dateng dan gue setengah sadar bukain pintu kamar. Ternyata gue salah mengira, yang ngetok kamar gue adalah ka Elmi. Dia minta ditemenin ke rumah sakit, dia sakit demam. Setelah tau itu, kesadaran gue langsung balik dan gue siap-siap nganter ka Elmi ke Borromeus. pas di rumah sakit, dia ditanya sama dokter jaga yang di UGD, dan ternyata belom 24 jam dia demam, gue sampe bingung sendiri. Kenapa belom ada 24 jam udah ngibrit ke rumah sakit, karena kebiasaan gue di rumah saat ada yang sakit minimum 24 jam dulu baru ke rumah sakit. Bahkan pernah 2 hari nggak masuk sekolah baru ke rumah sakit. Pas ditanya dokter jaga soal suhu badan ka Elmi semalem seberapa, dia jawab 37,5. Oke, sebagai orang yang sering sakit gue sendiri geleng geleng kepala, itu mah belom panas panas amat, cuma diatas suhu normal sedikit. Tapi setelah tau kalau ka Elmi nggak pernah sakit, gue merasa wajar atas sikap dia dan Orang Tuanya yang udah panik kebakaran jenggot. Bahkan ka Elmi nggak bisa pake Termometer, A S T A G A!. Karena kepanikan ini, dia minta supaya cek darah, dia takut DBD atau Tifus, oke~. Hasilnya keluar dan dokter bilang dia cuma demam biasa, boleh pulang. Bagus deh!. Sepulang dari rumah sakit, gue kembali melanjutkan aktifitas tidur gue, gue baru tidur jam setengah tiga pagi dan saat itu gue udah keleyengan.

Bangun bangun udah jam 11 kurang. Akhirnya gue sms temen gue, Manda, bertanya dia ada di mana. Awalnya mau gue suruh ke kampus lebih awal buat nemenin gue ke acaranya anak Management yang diadain di GSG. Acaranya tentang Food Fastival gitu. Ya, lumayan lah kalo mau makan yang jauh dijangkau bisa ada di sana. Ternyata si Manda udah di kampus sama Nisa, setelah siap-siap gue langsung caw ke kampus. Oh Food, i’m Comiiiiing~. Di acara itu ada bintang tamu yang pastinya ditunggu tunggu oleh kaum pria, yap! Farah Quinn, chef yang seksi itu loh. Gue akui dia emang seksi dan cantik. Tapi seksinya dalam kadar yang pas, nggak kayak artis kita yang sekarang lagi ribut itu, ya lo taulah siapa. Prediksi gue bener, ketika MC sebut nama dia, langsung deh cowo cowo berlarian ngejar dia. Pada nampang tepat di depan panggung sambil teriak teriak “faraaah, bagi pin BBnya dong~” aiiiz…. Panggungnya di set di Plaza Hukum, dan dia dateng jam 1 kurang. Gue sempet mengabadikan keramaian orang orang yang nongrongin Farah dari lantai 4 gedung Hukum, ini dia lautan manusia itu..
Lautan Mahasiwa dan Mahasiswi yang nonton Farah Quinn

Setelah selesai kuliah jam 3 sore, gue bersama Manda dan Nisa kembali ke GSG buat beli titipan orang rumahnya si Manda. Selagi Manda nunggu makanannya jadi, gue dan Nisa membeli ice cream uyeeeeeeee :D . Sepulang dari kampus gue pun menyalakan laptop tercinta dan ngotak ngatik internet dan beberapa jam kemudian Edwin menyapa gue dengan hal yang yaa begitulah. Dia liat status MSN gue kalau gue sedang mendengarkan lagu yang menurut dia bagus Still Waters – Maksim Mvrica. Nggak heran kalau Edwin tertarik untuk ngebahas hal ini, secara dia emang seneng sama piano dan tampaknya dia pianist CC deh sekarang. Setelah membahas Maksim dan karya-karyanya, akhirnya gue minta sama Edwin supaya merekomendasikan lagu lagu instrumental yang berbau piano. Dan dia bersemangat sekali memberikan list lagu yang menurutnya bagus. Ini dia list yang dikasih Edwin:

1) Asturias (Leyenda) also known as The Spanish Guitar
2) Nocturne in C Minor – Frederic Chopin
3) Piano Sonata No. 14, Op. 27 No.2, also known as Moonlight Sonata – Ludwig van Beethoven
4) Clair de Lune
5) The Maiden’s Prayer
6) Etude no. 6 Chopin (gak tau bener apa nggak)
7) Etude in E major Chopin (biasanya ada di drama2 gitu)
8)Pavane – Moving On by Myleene Klass
9) Adagio (Elgar Cello Concerto) by Myleene Klass
10) Swan Lake by Myleene Klass
11) Passionata – Maksim Mrvica (cari di album Pure II)
12) Victory Remix Version/non-remix (sama aja) – Maksim Mrvica (Pure II)
Widmung/Dedication – by Schumann, sama Salut d’Amour/Love Greetings – Edward Elgar

Belum gue download semua sih, setengahnya pun belom. Lagu pertama aja udah salah download dan baru bener setelah dikasih link downloadnya sama Edwin. Akhirnya ketika gue udah capek nunggu download-an yang lama buanget, gue memutuskan untuk tidur saja. Dan ya, gue tidur jam setengah 4 pagi setelah gelisah madep sana sini. kenapa sih gue tidur larut terus!

Wah sudah jam 12!
Itu adalah hal pertama yang gue ucapkan saat bangun. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? TIDUR LAGI! ahahah sumpah nih gara gara libur gue jadi puas puasin buat tidur. Akhirnya gue bangun jam setengah 2 siang, saat bangun gue langsung menuju laptop dan online. Menyapa DW dan Calvin di twitter lalu menyapa sepupu gue yang lagi ngumpul di acara keluarga si Jakarta. Sedikit sedih sih nggak bisa ikutan ngumpul di Jakarta, bahkan saat natal keluarga besar pas bulan Desember pun gue nggak bisa ikut, soalnya gue lagi UAS dan nggak berani berpergian.
Sekitar jam setengah 5 gue tergabung dalam conference chat. Ada CKJ, CJ, Febri, DW(cuma 3 menit), pertamanya sih gue asik asik aja, tapi kok lama lama ngebosenin ya. Mereka bahas soal game dan gue jadi kehilangan mood dan meninggalkan mereka. Ya dasar temen temen gue heboh, beberapa jam kemudian gue di-invite lagi, dan udah ada 3 orang lain yang bergabung. Sebenarnya 3 orang itu pernah dikenalin JV ke gue saat Edu Fair di CC kemarin, tapi ya dasar gue lupa meraka siapa aja dan lupa mukanya kayak apa :P maaaf yaaa. Awalnya ngobrol masih oke oke aja, tapi untuk kedua kalinya gue merasa nggak nyambung sama omongan mereka. mereka ngomongin M A T E M A T I K A ! oh please deh yaaa, zz banget lah ini. Gue sebagai satu satunya perempuan di situ cuma bisa diem aja menghadapi 6 cowo yang ngomongin matematika.

Itulah sedikit matematika yang mereka bahas, gue jadi ngek ngook sendiri menghadapi 6 orang anak IPA ini. dan akhirnya perbincangan beralih ke urusan universitas dan tentu saja bisa gue timbrungi. Mereka juga sempet bahas masalah GAME lagi, tapi untungnya ada Febri yang ngobrol sama gue lewat twitter. Yap itulah yang terjadi sama gue dari hari Selasa samapai Rabu. Thanks guys!! :D

it’s FRIDAY!

maaf ya, gue lagi nggak mood untuk melanjutkan cerita yang bersambung itu, tau kan apa (kalau lo nggak tahu, berarti nggak baca blog gue sepenuhnya!)

okay, hari ini adalah hari malas malasan
karna kuliah cuma ada 1, dan itu jam 1 siang dengan dosen yang selalu datang super terlambat, ya paling cepet dia masuk kelas jam setengah 2 laah APA APAAN!
gue baru bergerak untuk mandi jam 12.45, haha super nekat kan, tapi apalah daya kalo dosennya juga begitu
hari ini beberapa nilai keluar, dan nilai HAN gue luar biasa kacaunya! entah ini c atau d! padahal gue pelajarin baik baik
walaupun banyak yang lebih jelek dari gue (BUKAN BANYAK SEMATA, TAPI BANYAK BANGET!) tetap aja gue merasa terhina dengan nilai itu
kalau kata dosenya, gue sudah berdusta karna sudah berjanji kalau nilai uts pasti bagus
dan dosen HAN gue bilang, uts dan uas gue itu 40% dan 60%, aduh! kalo sampe uas gue jelek lagi, ah! apa kata dunia!

setelah kelas HAN tadi yang super ngebetein, gue kembali mencari teman kampus gue yang kecil, si DEBRI

BAGI ANDA YANG MELIHAT Debrisilviane Feliska DIMANAPUN IA BERADA
(misalnya di tong sampah, dibawah kolong tempat tidur, di balik lemari, atau di penjara nusa kambangan *PLAK!)
harap menghubungi rektor unpar yang sebentar lagi mau diganti

ini adalah foto makhluk tersebut
(bagi yang tidak ingin sakit mata, harap jangan dilihat)

YA AMPUN SALAH MASUKIN FOTO! ITU MAH SI JACKIE, ANJING PALING GANTENG SE-KOMPLEK PRATAMA!!!!!

duh, maaf ya ini lah si debri yang sesungguhnya
debri dengan bibir seekseeeeehnya!
apa ada yang sakit mata? kalo ada, salahin mamanya debri yang lahirin dia begitu

AMPUN YA DEBRI!!
okay, gak ketemu debri di dunia nyata, dia menyapa gue di dunia lain maya
sedikit berbincang mengenai jatah libur desember yang belom jelas buat gue, setelah jelas dan fix, maka gue akan menghubungi Calvin loh ada apa antara gue dan calvin? ada ruang hampa zz

Calvin untuk kedua kalinya mengajak untuk mewujudkan hayalannya (ini bukan omongan jorok! awas yang mikir jorok jorok!, gue jorokin ke LAUT) mengenai THE AMAZING RACE VERSI CALVIN yang belum terwujud semenjak desember tahun lalu, duh kaciaan
gue juga belom tahu ini bisa gue ikuti atau tidak, soalnya banyak kegiatan dan kata calvin cc libur cuma sampai tanggal 2 januari
hadeuh, semakin bingung!
padahal lagi kangen sama mereka loh, teman teman kecil saya itu walaupun mereka lebih tinggi dari gue sial!

malem ini gue makan makanan yang cukup sederhana, mulai minggu lalu gue udah pake katering makannya
ya cukup murah lah buat gue yang jajannya pas pasan, 1 rantangan itu dihargai RP. 10.000 saja
sudah berisi nasi, lauk pauk dan sayur. walaupun kadang bosen dan pengen makan di luar, ya tetep aja gue harus irit kan, maka dari itu, makanan katering ini sangat membantu menahan pengeluaran gue yang terbilang cukup banyak dengan jajan yang pas-pasan
makan malam gue!!

setelah makan malam berakhir, kak eli ngetok kamar gue dan mengajak bergosip. maka berbondong bondong kami ke kamar ka vierlyn untuk bergosip, membicarakan tentang anak kostan kita yang udah pindah wela si sampo ke tempat entah dimana dan kai tidak peduli
mau keluar unpar gue juga gak perduli, abis laganya senga dan sok sok-an karna deket sama senior di kampus, gue rasa dia lupa kalo ka vierlyn yang kecil itu juga senior, biar tampang anak sd tapi umur UDAH KEPALA 2! hahahahahahahah :D

setelah bergosip, gue sempat mengambil foto mereka yang lagi autis bin sarap (ampun ampuuu!)
ada selebriti juga loh di kamar ka vierlyn, HERE THEY ARE!!!

ka Elmi dan ka Vierlynka elmi, Manodadalihara, ka vierlyn

 

ya, inilah keseharian gue hari ini. nite guys!!
tinggalkan komentar ya :D

DANK U WEL!

Silly Him

here’s the funny baby with evil eyes!
i swear it’s funny, silly, and….. JUST WATCH IT
enjoy!

HAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH! :D

Grrh!

huaaaaaaa :'(

ampun deh! luar bisa kesalnya saat benda ini jatuh
ya emang sih itu cuma bedak, dan gak lebih mahal dari produk lain semacam Clinique
tapi tetep aja ini THE FACE SHOP , dibeliin nyokap karna ya gue gak sanggup harus beli2 ginian dengan jajan sendiri
dan sekarang hancur!!

yang bikin nyesek adalah isinya yang masih banyak!!!!!! kok bisa masih banyak?
ya jarang gue pake, sayang tau mahal2 dipake ke acara yang gak penting
kok bisa jatuh?

jadi gini, tadi kamar gue diketok sama orang
pas buka pintu, bedak ini jatuh dari tempat nyimpennya di balik pintu kamar
ah sumpah lah jadi kesel

KESEL BANGET!

akhirnya gue sms nyokap minta ditelpon, tapi belom ditelpon juga
ah saat pulang jakarta nanti gue malah buat nyokap keluarin banyak biaya deh
buat beli obat muka di Natasha Skin Care dan buat beli BEDAK BARU dan maskara(yang lama udah abis) di The Face Shop

ah badmood! :(

Hi Jakarta c: (part 1)

helloooooo..!
setelah sekian lama gue nggak ngepost dikarnakan malas dan gak pasang keterbatasan internet, finally today i post something!!
ini pun pinjem internet sepupu gue (Sarah) hahahah :D gak tau malu

kay!
setelah 1 bulan gak kembali ke rumah gue di Jakarta, akhirnya pada tanggal 28 Oktober 2010 kemarin gue sempat pulang juga
sebelumnya ada uts dan kegiatan kegiatan lain di kampus
oia! gue juga lolos screening LO Debat Nasional yang diadain UNPAR di Februari 2011 nanti
itu berarti gue punya tanggung jawab baru atas kegiatan kegiatan yang gue ikuti di kampus tercinta c:
kembali ke topik
gue akan menceritakan kepulangan gue ke Jakarta dan apapun hal yang gue lakuin

28 Oktober 2010
gue pulang ke Jakarta jam 1 siang, seperti biasa naik xtrans
pas di xtrans, saat gue nunggu keberangkatan ada peristiwa gelo dan menjijikkan!!
tolong yang punya penyakit jantung dan sedang hamil supaya tidak membaca kelanjutan tulisan ini (LEBAAAAAAY)
gini nih, ada seorang perempuan yang duduk di depan gue, dia lagi makan kue gitu
pertama tama gue kira dia akan memakannya dengan tenang saja, YA TERNYATA OH MASYAAAAOLOOOOOOOOH!
kagak nyantai cui! seperti MONSTER! yang gak makan 1000 abad *oke ini lebay*
bayangin ya itu kue yang dia makan isinya cream gitu, dan dia ngunyah dengan ganasnya, melahap dengan lebarnya dan BELEPOTAN KEMANA MANA!
gue rasa cowok yang duduk disamping dia udah kena serangan jantung koroner, hmm atau serangan struk ringan *menduga duga*
=_________=”
gue langsung berdoa agar tidak satu mobil sama itu perempuan ganas, kalaupun satu mobil, jangan sebaris ameeeeeeeeeeen!
TERNYATA TUHAN menghukum gue karna ngomongin dia di twitter BERKEHENDAK LAIN
gue satu tujuan sama dia shit!
gue satu jam keberangkatan sama dia damn!
gue SATU BARIS SAMA DIA FUCK!

sial bener rasanya, dan di mobil dia mencoba ngajak gue ngomong tapi gue cuekin aja
gue takut nanti gue dilahap sama dia, ya kali dia sepupu sumanto
hahaha,tapi rada mirip sih

aduh lupakan si sepupu sumanto ini

sesampainya di Jakarta, gue langsung cari makan, lalu tidur
capek soalnya

29 Oktober 2010
ALLES GUTE ZUM GEBURTSTAG, JOSUA VINCENT!
hari ini adalah ulang tahun dia yang ke-17 tahun
haha, menurut gue tingkah dia udah kayak anak 19 tahun
kay!
hari ini janjian sama JV di Cava, bertemu seperti biasa untuk hahahihi atau saling curhat
mungkin beberapa orang merasa aneh kalau kita sering jalan berdua, ya tapi emang kita hahahihi dan ngobrol biasa aja kok @.@
hari ini bawa bawa laptop super berat, akhirnya laptop gue tercinta bener juga -_________-
awalnya, JV dan Fachri mau foto untuk daftar Lasalle, dan gue putuskan kalau gue mau ke Cava duluan aja
ternyata oh ternyata JV sudah sampai duluan dan sudah duduk dengan santai sambil terima telpon temennya
setelah gue memesan waffle dan JV pesan burger, gue minta lah password wi-fi nya, ternyata PASSWORD DIKASIH SETELAH MEMBAYAR LEBIH DARI 150K!
whaaaat! bzzzt
untungnya JV dengan perut karetnya memesan lagi dan jadilah diatas 150k
yayaya
jam 7 kita baru balik, dari jam 2 siang loh
ada aja yang diobrolkan, ya berasa kembar kepisah 1 bulan lah, jadi banyak cerita
haha

…..

Previous Older Entries

THANKS VISITORS

Your Flags!

free counters
IP
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.